Sampai jumpa

IMG_9392 copySesaat sebelum saya mengepak Macbook usang saya ke dalam tasnya, saya taruh dia di atas meja dan saya pandangi baik-baik. Mengucapkan salam perpisahan. Kulitnya merah, berjubah debu dan kotoran yang entah dari mana asalnya. Di atasnya, stiker-stiker berdesakan bernapas mencari ruang. Saya ingat betul dari mana semua stiker ini berasal. Semuanya lelah bercerita, menjadi pengingat akan kehidupan yang sempat meraja.

Memori-memori yang tersimpan rapi di dalam benak perlahan merasuk ketika mencermati wajah tuanya. Sejauh apa saya berjalan. Setinggi apa saya mendaki. Sedalam apa saya menyelam. Satu persatu tempat-tempat yang saya sambangi bersamanya muncul di dalam pikiran saya.

Belakangan dia jadi pelupa. Tombol rentanya telat merespon, atau bahkan terkadang dia beraksi tanpa disuruh. Memorinya sudah terkikis, dan beberapa organ di dalam jaringan tubuhnya sudah menolak diajak bekerja sama. Saya meringis, tahu bahwa ini adalah saat di mana dia harus pensiun.

Umurnya tujuh tahun. Bukan usia yang pendek untuk sebuah barang tanpa nyawa. 2007. Terkadang saya masih sulit percaya, benda ini bisa bertahan di sisi saya selama itu. Tak sekalipun dia merengek, berulah dan menguras dompet. Tidak sekalipun dia berkhianat. Ada fase di mana saya malu menggunakan dan membawa-bawanya ke luar rumah karena dia buruk rupa dan ketinggalan zaman, tapi belakangan saya sadar bahwa seharusnya saya bangga, karena dia setia. Badannya berat dan tambun, disandingkan dengan kawan-kawan sepermainannya. Otaknya lambat, dibandingkan dengan saudara-saudaranya.

Benda elektronik dengan umur terpanjang yang pernah jadi milik saya. Di dalam kepalanya, ada saya, kamu, kita dan mereka. Ada kekasih, sahabat dan, keluarga. Fragmen-fragmen kecil, peristiwa besar dan momen-momen sederhana. Dia punya andil besar, juga dalam karir saya. Dari mulai tulisan iseng, artikel panjang hingga proyek beasiswa.

Terharu. Benda mati ini justru membuat saya merasa hidup. Dan konyolnya, juga mengajari saya tentang bagaimana jadi setia. Di lima detik terakhir, saya melayangkan terima kasih untuk ratusan tulisan yang lahir, musik yang saya dendangkan, gambar, foto, film dan semua hal yang saya lakukan bersamanya.

Sampai jumpa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s