Ibuku

Ibuku kaya raya tanpa harta.

Matanya menatap dalam, bertanya menyelam perlahan. Ronanya menua, cantik tanpa pemulas dari Eropa. Ibuku takut, dia akan jatuh miskin. Putra-putranya bersemayam di luar berdansa dengan hidup dan realita. Baginya, jiwa-jiwa manusialah yang dia rawat dan pelihara. Ibuku kini bingung, ke mana dia harus berpegang, karena gagasan keluarga nampaknya sudah kadaluarsa.

Ibuku tahu ini saatnya melepaskan semuanya.

Tumpukan cinta tak berdasar, luapan emosi tak berpagar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s