Setinggi apa?

Ingin setinggi apa? Gedung pencakar langit, menara atau kawanan burung di angkasa. Lagipula siapa yang peduli, kalau memang tidak bisa menakar untung ke dalam pundi. Apakah ini saatnya melambat? Siapa yang bisa menerka, takdir untuk jadi puas atau menderita.

Aku ingin menyesap teh menyaksikan Sore bergegas dan duduk tenteram di sebelahmu. Matahari undur diri, lalu kita duduk sopan untuk bersantap malam. Melemparkan lelucon-lelucon dari 20 tahun lalu, atau tentang apapun yang bisa kita tertawakan, bersama. Jadi tua dan mudah tertebak, mengikuti alur dan tunduk kepada dunia.

Setinggi apa tidak lagi jadi misteri, karena memulas diri sendiri dan mimpilah yang berarti. Peluh keruh dan mengaduh gaduh tak meluncur tanpa guna, bersayap tulus dan percaya. Kamu akan menjadi tua dan amat sangat cantik. Aku akan jadi pemarah, pelupa tapi tetap setia. Rindu ini tidak bisa diadu, bahkan dengan gagasan-gagasan raksasa khas isi kepalaku.

Ingin setinggi apa? Gedung, Burung atau rinduku untukmu.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s