Category: life

The Lows are Equally Worth It

Di sepanjang hidup, menulis pernah jadi tulang punggung edukasi, cara mencari nafkah dan cermin untuk berkaca. Setelah melaju terlalu cepat tanpa sempat melihat ke belakang, kini Ia saya jadikan sarana berbenah diri. During my college days, I was so used to be vulnerable in my writings. They were mainly blogposts about relationships, music and life […]

Bekerja, (haruskah?) Pakai Hati

Di sepanjang hidup, menulis pernah jadi tulang punggung edukasi, cara mencari nafkah dan cermin untuk berkaca. Setelah melaju terlalu cepat tanpa sempat melihat ke belakang, kini Ia saya jadikan sarana berbenah diri. Pernah dibuat patah hati oleh profesi? Jurnalistik dan doktrinnya bekerja ampuh di dalam diri saya karena satu hal: Ia memanjakan ego saya. Ego […]

Places (5)

Jakarta – Magelang – Semarang – Bali – Tokyo – New Delhi – Siem Reap – Phnom Penh – Ho Chi Minh – Luang Prabang – Phuket – Phiphi Island (Aug – Oct 2016)

Hal-hal kecil

Di sepanjang hidup, menulis pernah jadi tulang punggung edukasi, cara mencari nafkah dan cermin untuk berkaca. Setelah melaju terlalu cepat tanpa sempat melihat ke belakang, kini Ia saya jadikan sarana berbenah diri. Perhatikan hal-hal kecil dan rapuh, karena di sanalah gagasan-gagasan besar bersemayam. Mereka telanjang, tak terbalut maksud tak terbelah kepentingan. Mereka tidak akan meminta, […]

Primajasa

Di sepanjang hidup, menulis pernah jadi tulang punggung edukasi, cara mencari nafkah dan cermin untuk berkaca. Setelah melaju terlalu cepat tanpa sempat melihat ke belakang, kini Ia saya jadikan sarana berbenah diri. Saya ingat betul rasanya berdiri menunggu bis Prima Jasa. Melongok tak sabar, berdecak sambil mengamati arloji di tangan kiri setelah puluhan menit berdiri […]

Sisa

Di sepanjang hidup saya, menulis pernah jadi tulang punggung edukasi, cara mencari nafkah dan cermin untuk berkaca. Setelah melaju terlalu cepat tanpa sempat melihat ke belakang, kini Ia saya jadikan sarana berbenah diri. Sisakan sejumput dari rasa percaya Anda terhadap diri sendiri untuk hal-hal di luar diri Anda yang mungkin menyelamatkan Anda, suatu saat. Energi-energi […]

Rampung

Cristi, Now that both of us are broken and angry, let me propose an imaginary toast to celebrate life; its bizarre puzzles, its unmerciful lessons. Let’s not confirm our own truths to each other since they are the truest grey, the bluest prey. I understand that you’re trying to find answers, while I am being […]

c13

I felt so stupid, standing there like a complete fool. Helplessly watching you enter the gate and fly million fucking miles away from me.  I felt so stupid, letting us both live between this ridiculous distance and time difference. What we have built has no currency, and you’ve made me find the best version of […]

Setinggi apa?

Ingin setinggi apa? Gedung pencakar langit, menara atau kawanan burung di angkasa. Lagipula siapa yang peduli, kalau memang tidak bisa menakar untung ke dalam pundi. Apakah ini saatnya melambat? Siapa yang bisa menerka, takdir untuk jadi puas atau menderita. Aku ingin menyesap teh menyaksikan Sore bergegas dan duduk tenteram di sebelahmu. Matahari undur diri, lalu […]

2015

– Berdiri dengan satu kaki, menopang tubuh yang dilanda bencana. Lalu hidup menjadi sangat besar, cepat dan menyeramkan, saat dunia menjadi sangat kecil, diwasiti oleh angkasa yang biru dan memancing haru. Aku sangat takut untuk lupa cara menulis, berbincang dengan diri sendiri via paragraf dan tanda baca. Ruang-ruang diri yang tak pernah disapa, mengering rindu […]

Cristi.

Shed every bruise, showed every scar. Your hand in mine, singing “Life has a beautiful, crazy design”. London, December 3rd, 2015

Driving with Dad

This is not my typical music-snob post I promise. There are two reasons why I’m doing this blog, the first one is Episode 2 of Master of None, and second is how I feel so grateful that these songs, these sounds shaped my identity, unmercifully. Driving with my father is one of the entrances that […]

Abu

Abu, haruskah aku memujamu? Waktu yang terbatas, ruas yang terlepas, harap yang tak selaras. Tenggat waktu mungkin menjadikannya terlalu indah, tak terjamah. Kesementaraan terlihat menggoda, abu-abunya mengasah ruang, leluasa menjahit makna. Tanggung jawab jadi nomor dua ketika memori jadi religi, realita jadi anak tiri. Untuk jadi spontan dan bertindak sesuai birama, sudah jadi konsekuensi. Abu-abu […]

Lagu (2)

Lagu sedih menyembuhkan. Lagu bahagia berjanji. Dari berbiliun di tanah ini, yang menghantarkanku kepadamu hanyalah mereka yang rapuh, kotor, jujur dan berbenih rentang zaman. Mesin waktu.

Burhan

Perlahan aku menenggelamkan setengah sendok kecil ke dalam teh hangat yang 10 menit lalu aku pesan dari pramusaji. Melebur gula pasir. Cuitan para tamu restoran riuh rendah, seraya sesekali gelak tawa membuncah ke udara. Tidak biasanya Burhan mengirimi aku surel dengan informasi pendek dan gagasan yang jelas. “Aku lelah mencari-cari makna di antara belantara melodi […]